Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Computer Skills
  2. Automation

10 Penggunaan Automator Yang Menakjubkan

by
Read Time:12 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Posting ini bertujuan memberikanmu pandangan singkat mengenai potensi Automator dengan membuat sendiri beberapa aplikasi Workflow yang sangat sederhana namun cukup berguna. Kebanyakan aplikasi ini akan memerlukan waktu beberapa detik dalam pembuatannya, namun dapat menghemat banyak waktu dalam jangka panjang. Automator dipastikan sangat layak untuk dipelajari. Saya harap dengan membuat otomatisasi dasar ini akan memberikanmu pandangan mengenai potensi beberapa otomatisasi penghemat waktu yang jauh lebih rumit dan menakjubkan yang dapat kita buat.


1. Mengubah Nama Kumpulan Foto

Kita akan mulai dengan sebuah tugas yang cukup sederhana. Saya suka mengambil foto, dan saya tidak selalu mahir dalam mengelolanya. Ini menjadi sedikit masalah setelah beberapa waktu. Sebuah hal sederhana (yang sering saya hindari, karena saya tidak ingin berurusan dengan itu) untuk membantu dalam pengelolaan adalah konvensi penamaan file sederhana.

Untuk Workflow ini saya akan membuat sebuah tindakan folder. Tindakan ini akan memulai dan bertindak terhadap file apapun yang dimasukkan ke dalam folder. Ketika kamu membuat Workflow Automator baru kamu akan ditanya mengenai jenis apa yang akan dibuat. Pilih Folder Action dan lanjutkan.

Photo RenamePhoto RenamePhoto Rename
Pilihan Mengubah Nama Foto - Memilih Folder

Kamu akan disajikan dengan sebuah navigator Workflow kosong. Apa yang akan saya lakukan adalah memberikan pilihan untuk mengubah nama file dan menambahkan tanggal pembuatan. Saya rasa itu akan membantu dalam pengelolaan foto saya.

Pertama-tama, kamu akan ingin memilih folder yang sesuai dimana tindakan ini ditempatkan. Pada bagian atas jendela Workflow kamu akan melihat ruang untuk melakukan ini.

Setiap tindakan yang akan kita perlukan untuk ini akan diarsip di bawah Files & Folders. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menamai ulang file. Untuk melakukan ini tarik Rename Finder Items di atas jendela workflow. Itu akan menanyakanmu apakah kamu ingin menyalin gambar asli atau tidak (lakukan apa yang kamu mau...Saya akan memilih untuk menyalin). Tindakan Copy Finder Items akan secara otomatis ditambahkan ke permulaan workflow.

Pada tindakan Rename Finder Items pilih Make Sequential. Pilih opsi untuk new name. Silahkan menyesuaikan opsi lainnya sesukamu.

Berikutnya, tarik tindakan Rename Finder Items lainnya. Kali ini pilih opsi Add Date or Time. Sesuaikan opsi sesukamu.

Photo Rename WorkflowPhoto Rename WorkflowPhoto Rename Workflow
Workflow Mengubah Nama Foto

Itu saja. Tarik sekumpulan foto dan jatuhkan ke dalam folder yang baru saja kita pasang Workflow ini. Kamu akan diminta untuk namanya. Nama tersebut, bersamaan dengan angka dan tanggal pembuatan sekarang akan menjadi nama untuk tiap foto.


2. Mengubah Ukuran Kumpulan Foto

Mengikuti nada fotografi, yang satu ini akan secara cepat memungkinkanmu untuk mengubah ukuran sekumpulan foto. Kita akan membuat sebuah aplikasi untuk yang satu ini. Dari new menu pilih opsi Application.

Photo Resize - choose Application templatePhoto Resize - choose Application templatePhoto Resize - choose Application template
Template Perubahan Ukuran Foto - memilih Aplikasi

Kita ingin mengubah ukuran foto di sini, namun mari kita pikirkan tentang langkah sebenarnya yang akan dilibatkan dan jelajahi Workflow kita. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah dapat memilih foto yang ingin kita ubah ukurannya.

Di bawah bagian Files & Folders kamu akan melihat Ask for Finder Items di bagian atas daftar. Tarik tindakan tersebut ke dalam jendela workflow. Ini akan meminta file yang diperlukan. Sesuaikan titik awal jika kamu ingin dan pastikan untuk mencentang opsi Allow Multiple Selection.

Saya ingin menyimpan foto aslinya dan hanya membuat salinan untuk diubah ukurannya. Untuk melakukan ini tambahkan tindakan Copy Finder Items pada workflow.

Sejauh ini kita telah memilih dan menyalin foto. Berikutnya  adalah inti sesungguhnya dari aplikasi ini. Arahkan ke bagian Photos dan cari dan tarik tindakan Scale Images. Kamu perlu memilih ukuran default di sini. Apa yang telah saya lakukan adalah mengaktifkan tindakan ini untuk meminta ukuran karena saya ingin opsi untuk menyesuaikan pengaturan ini sesuai kebutuhan.

Sekarang hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah menempatkan foto yang diubah ukurannya. Dari group tindakan Files & Folders, cari dan tarik tindakan New Folder. Saya juga mencentang opsi untuk meminta nama di sini sehingga saya dapat menyesuaikan ini jika cocok.

Photo Resize WorkflowPhoto Resize WorkflowPhoto Resize Workflow
Workflow Untuk Mengubah Ukuran Foto

Satu hal yang perlu saya sampaikan adalah sangat berguna untuk mempertimbangkan ketika baru memulai dengan Automator, adalah bahwa kamu akan menyadari segitiga yang menghubungkan tindakan-tindakan ini. Apa yang dibuat satu tindakan berlaku ke berikutnya. Tidak semua tindakan akan memiliki tautan ini, namun kebanyakan seperti itu.

Kamu akan ingin menyimpan aplikasi sehingga kamu dapat menjalankan itu kapanpun kamu mengiginkannya. Saya akan menyarankan sebuah folder di dalam direktori Applications dimana kamu dapat menyimpan semua aplikasi Automator. Aplikasi ini akan bertindak sama seperti aplikasi lainnya. Jadi, sebagai contoh, kamu dapat menariknya ke dalam Dock jika kamu menyukainya sama seperti yang kamu lakukan dengan aplikasi lainnya.


3. Membuka Berbagai Halaman Web

Proses pikiran saya di sini adalah bahwa saya berakhir dengan membuka group halaman web yang sama tiap pagi untuk memulai hariku. Mengapa tidak membuat sebuah aplikasi untuk membuka semua halaman tersebut sekaligus. Bukan merupakan penghemat waktu yang banyak, namun akan menghemat beberapa klik.

Buat sebuah aplikasi baru dan arahkan ke bagian Internet pada Library. Tarik Get Specified URLs ke dalam jendela workflow. Di sini kamu akan dapat menambahkan halaman web yang ingin kamu muat. Berikutnya, tambahkan tindakan Display Webpages dan kamu sudah siap. Ini adalah tindakan yang sebenarnya menjalankan browser default dengan URL khusus.

Starting Webpages WorkflowStarting Webpages WorkflowStarting Webpages Workflow
Workflow Memulai Halaman Web

4. Mengekstrak Teks Dari PDF

Ini merupakan penggunaan Automator yang cukup jelas, namun sangat berguna. Itu akan memungkinkanmu untuk menarik sebuah teks dari dokumen PDF. Kita akan masuk ke dalam pembuatan aplikasi ini.

Buka Application baru dan arahkan ke bagian PDFs Library. Tarik tindakan Extract PDF Text ke dalam jendela workflow. Kamu akan melihat beberapa opsi yang dapat kamu atur.

Sekarang, kamu dapat melakukan otomatisasi sepenuhnya pada proses ini dan membuat seleksi terlebih dahulu, atau kamu dapat mencentang opsi show this action when the workflow runs. Ketika itu dicentang kamu akan diminta mengenai semua opsi ini ketika menjalankan aplikasi.

Jatuhkan sebuah PDF pada aplikasi barumu untuk menjalankan Workflow. Jika kamu memilih untuk ditanya, kamu akan melihat jendela tersebut, jika tidak itu akan berjalan begitu saja.

Extract Text from PDF WorkflowExtract Text from PDF WorkflowExtract Text from PDF Workflow
Workflow Mengekstrak Teks Dari PDF

5. Mengarsip File dan Folder

Workflow ini akan memungkinkanmu untuk memilih file atau folder (atau keduanya) dan membuat sebuah arsip. Ini dapat digunakan untuk menghemat ruang pada hard drive, atau mungkin kamu perlu mengarsip beberapa item sebelum melampirkannya pada sebuah email.

Buka Automator Application baru. Pertama-tama, kita akan ingin tugas untuk menanyakan item apa yang ingin kita arsip. Untuk melakukan ini kita akan menggunakan Ask for Finder Items di bawah bagian Files & Folders Library. Tarik tugas tersebut ke dalam jendela workflow.

Berikutnya, tambahkan Create Archive dari seksi yang sama. Perhatikan dua tugas itu akan saling bertaut. Ini menandakan bahwa input dari tindakan pertama akan ditindak oleh tindakan kedua.

Create ArchiveCreate ArchiveCreate Archive
Membuat Arsip

Salah satu variasi yang mungkin mengenai ini adalah mengaktifkan opsi Create Archive untuk bertanya ketika itu berjalan. Ini akan memungkinkanmu kendali yang lebih banyak dalam penamaan file arsip dan juga menentukan dimana itu akan disimpan.


6. Menggabungkan Dokumen PDF

Menggabungkan dokumen PDF tidaklah harus sulit untuk dilakukan, namun kita dapat membuat sebuah aplikasi kecil Automator untuk membuatnya jauh lebih mudah dan lebih cepat.

Saya akan membuat sebuah aplikasi yang dapat saya jalankan untuk workflow ini. Pertama-tama, font akan mengambil tindakan Ask for Finder Items dari seksi Files & Folders. Tarik tindakan itu ke dalam jendela workflow. Ini akan meminta pengguna untuk memilih file apa yang ingin digabungkan. Kamu dapat memilih titik awal yang kamu inginkan.

Kamu akan ingin memastikan kamu memilih opsi untuk memilih Files dan juga mencentang kotak untuk memungkinkan berbagai file. Jika kita mencari untuk menggabungkan file kita akan memerlukan berbagai file bukan? Jika  tidak, hal ini akan terlalu tidak efektif...

Berikutnya kita akan menambahkan tindakan Combine PDF Pages dari seksi PDF ke dalam jendela workflow. Ini adalah bagian yang sebenarnya melakukan pekerjaan tersebut, dan kita memiliki pilihan untuk entah memilih append pages atau shuffle. Dalam hal ini kita akan memilih append.

Terakhir, tambahkan tindakan Open Finder Items dari seksi Files & Folders dan biarkan opsi default untuk membuka folder di dalam aplikasi default. Ini akan membuka PDF baru dengan menggunakan pembaca PDF default.

Combine PDF Documents WorkflowCombine PDF Documents WorkflowCombine PDF Documents Workflow
Workflow Menggabungkan Dokumen PDF

7. Keluar Dari Semua Aplikasi

Terkadang kamu mungkin tiba pada titik dimana area kerjamu terlalu padat dan kamu kehilangan jejak dari apa yang telah kamu buka dan apa yang tidak . Waktunya untuk memulai baru. Bukankah akan lebih baik dengan hanya keluar dari semua aplikasi dengan satu klik mouse? Mari membuat aplikasi Automator singkat untuk mengurusi hal tersebut.

Workflow hanya memerlukan satu tindakan. Buat sebuah aplikasi baru dan tambahkan tindakan Quit All Applications yang berada di bawah seksi Utilities ke dalam workflow. Mungkin saja menambahkan beberapa aplikasi yang akan dikecualikan dan tetap terbuka ketika aplikasi berjalan. Mungkin kamu ingin tetap membuka klien email. Tambahkan aplikasi tersebut pada daftar dan itu akan tetap terbuka.

Tempatkan aplikasi ini di dalam Dock dan jalankan itu kapan pun kamu perlu memuat ulang!

Quit All Applications WorkflowQuit All Applications WorkflowQuit All Applications Workflow
Workflow Keluar Dari Semua Aplikasi

8. Backup Otomatis

Jika kamu tidak sedang menjalankan backup rutin (atau bahkan jika iya), berikut metode sederhana lainnya untuk melakukan backup secara otomatis terhadap beberapa item penting.

Aplikasi ini akan menggunakan iCal untuk memicu penyalinan file tertentu. Buat sebuah workflow baru, namun kali ini gunakan template iCal sebagai titik awal. Dengan menggunakan iCal kita dapat memicu workflow ini untuk berjalan berdasarkan entry kalender.

Automatic Backup - Select iCal templateAutomatic Backup - Select iCal templateAutomatic Backup - Select iCal template
Template Backup Otomatis - Pilih iCal

Semua tindakan akan datang dari seksi Files & Folders untuk workflow ini. Pertama-tama, tambahkan tindakan Get Specified Items. Tambahkan folder yang ingin kamu backup pada tindakan tersebut.

Berikutnya, tambahkan tindakan Get Folder Contents. Ini akan mengambil file di dalam folder yang telah kamu pilih. Tindakan terakhir yang kamu perlukan adalah Copy Finder Items. Pilih folder yang ingin kamu gunakan sebagai lokasi backup. Untuk tindakan "backup" ini pilih lokasi pada drive lainnya jika memungkinkan.

Automatic Backup WorkflowAutomatic Backup WorkflowAutomatic Backup Workflow
Workflow Backup Otomatis

Ketika kamu menyimpan Workflow, kamu akan diminta untuk menamainya. Kemudian iCal akan terbuka dan memungkinkanmu untuk menjadwalkan tindakan untuk berjalan secara otomatis. Kekuatan sesungguhnya dari Workflow ini adalah penjadwalan sebagai kejadian berulang. Saya tahu ini bukanlah solusi backup paling elegan, namun itu otomatis dan tidak menguras apapun selain beberapa menit waktumu.


9. Membuat Clipboard Menjadi File Teks

Ketika aplikasi ini berjalan itu akan mengambil apapun yang telah kamu salin ke clipboard dan membuat sebuah file teks baru sebagai informasi di dalamnya.

Kita akan membuat sebuah aplikasi untuk workflow ini dan mulai dengan menambahkan tindakan Get Contents of Clipboard dari seksi Utilities pada jendela workflow. Ini akan melakukan sesuai yang dikatakannya, mengambil konten clipboard.

Berikutnya tambahkan tindakan New Text File. Kamu akan menyadari sebuah koneksi muncul dengan tindakan pertama. Ini berarti bahwa informasi yang dipegang tindakan pertama akan diterapkan pada tindakan ini.

Saya memilih untuk mencentang opsi untuk menunjukkan tindakan ketika berjalan. Ini akan memungkinkan kita untuk menamai file teks dengan apapun yang kita sukai dan juga memilih lokasi untuk menyimpannya. Jika kamu ingin sedikit mempercepat cukup atur opsi berikut dan jangan tampilkan tindakan ketika itu berjalan.

Clipboard to Text WorkflowClipboard to Text WorkflowClipboard to Text Workflow
Workflow Clipboard Menjadi Teks

10. Mengubah Teks Menjadi File Audio

Mungkin ada beberapa contoh dimana ini berguna. Aplikasi ini akan mengambil teks yang telah disalin ke clipboard dan membuat file audio. Ini akan memungkinkanmu untuk benar-benar mendengarkan dokumen, misalnya. Ini dapat menjadi sangat bermanfaat bagi cacat visual.

Buat sebuah aplikasi baru dan cari tindakan Get Contents of Clipboard di bawah seksi Text. Tarik tindakan tersebut ke dalam jendela workflow. Berikutnya tarik Text to Audio File dari seksi yang sama.

Kamu akan melihat beberapa opsi untuk disesuaikan. Kamu dapat memilih suara yang akan membaca teks. Saya akan mencentang opsi untuk menunjukkan tindakan ketika Workflow berjalan lagi sehingga saya mampu menamai dan menyimpan tiap file. Sekali lagi, ini merupakan sesuatu yang dapat diatur, namun seperti yang kamu sadari saya menyukai sedikit kendali terhadap otomatisasi!

Clipboard to Speech WorkflowClipboard to Speech WorkflowClipboard to Speech Workflow
Workflow Clipboard ke Ucapan

Kesimpulan

Saya harap posting ini memberikan beberapa contoh bagus tidak hanya pada pembelajaran Automator yang lebih baik, namun juga membantu meningkatkan proses kerja yang ada dan mungkin memberikan beberapa ide Workflowmu sendiri. Automator merupakan alat yang sangat ampuh yang dapat kita semua akses dan benar-benar perlu dimanfaatkan.

Sangat bermanfaat untuk menghabiskan beberapa waktu mempelajari cara kerjanya. Sedikit waktu untuk belajar alat ini dan membuat Workflow berguna bisa menghemat banyak waktumu dalam pekerjaan harian!

Saya ingin menyebutkan bahwa Josh Johnson menuliskan tutorial Automator yang lebih mendalam di sini di Mac.Appstorm beberapa saat yang lalu yang akan membimbingmu melalui semua hal tentang alat ini. Itu merupakan tempat yang bagus untuk memulai jika kamu sepenuhnya baru dalam Automator atau hanya menginginkan lebih banyak informasi selain yang disediakan dalam posting ini.

Dan jika kamu ingin menemukan lebih banyak Mac utilities untuk membantu produktifitasmu, lihat pilihannya di Envato Market.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.