Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Computer Skills
  2. macOS
Computers

4 Hal Berguna Yang Dapat Kamu Lakukan Dengan Touch Bar

by
Difficulty:BeginnerLength:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Touch Bar pada MacBook Pro terbaru memiliki, yah, campuran penerimaan.

Ketika Apple menghapus semua tombol fisik functino dan mengganti hampir setiap port fisik dengan USB-C, mereka tentunya membuat sebuah pernyataan. Bagi kebanyakan orang, itu tampak seperti Apple meninggalkan pengguna profesional, group dimana untuk apa MacBook Pro—secara pura-pura—ditemukan.

Sekarang setelah pengembang memiliki beberapa waktu untuk memanfaatkan fungsionalitas Touch Bar, situasinya mulai berubah. Sementara itu mungkin tidak untuk semua orang, itu mulai menjadi berguna.

Di dalam tutorial ini saya akan menunjukkan beberapa hal produktif yang dapat kamu lakukan dengan Touch Bar.

Mengaktifkan Tombol Function

Tombol function berada pada Mac untuk sebuah alasan. Mereka merupakan tombol cadangan dimana pengguna dapat menetapkan untuk melakukan fungsi yang spesifik. macOS, atau OS X pada masa itu, menetapkan beberapa aksi default pada tombol, seperti F8 untuk memainkan atau menetapkan jeda media apapun, namun pengguna dapat menata ulang itu untuk apapun yang mereka inginkan.

Dengan mengganti tombol Function, Apple memberikan kendali kepada pengembang. Ini bukanlah hal yang jelek—itu tampaknya tidak mungkin bahwa banyak pengguna Mac menentukan action spesifik pada tombol function.

The fn key is on the bottom left of the keyboard
Tombol fn berada di kiri bawah keyboard.

Jika bagaimana pun juga, kamu menyukai bagaimana tombol Function berkerja sebelumnya, solusinya sederhana. Di kiri bawah keyboard ada tombol fn. Tahan tombol tersebut dan Touch Bar akan menampilkan F1 hingga F11 dimana kamu dapat mengetuknya.

Mengendalikan Aplikasi Pro

Kebanyakan aplikasi tidak benar-benar mendapatkan manfaat dari Touch Bar, namun kemudian, mereka juga tidak mendapatkan manfaat dari tombol Function.

Kecuali jika mereka adalah power user yang serius, kebanyakan orang tidak banyak menggunakan tombol Function dalam aplikasi seperti Safari, Pages, dan sebagainya. Hanya dengan aplikasi profesional tombol tersebut sangat berguna.

Maka tidak mengherankan bahwa aplikasi profesional menjadi yang pertama yang merangkul Touch Bar.

Adobe, sebagai contoh, telah menambahkan dukungan Touch Bar pada Photoshop pada saat MacBook Pro baru diluncurkan. Itu masih berada di masa-masa awal, namun itu sudah tampak menjanjikan. Kamu dapat melakukan hal-hal seperti menambahkan layer baru, menyesuaikan pengaturan brush, dan bahkan menambahkan control favoritmu. Sementara kebanyakan fitur ini dapat diakses melalui shortcut keyboard, banyak control Photoshop mengijinkan pada penggunaa slider multi touch.

Banyak aplikasi profesional lainnya, seperti djay Pro dan Final Cut Pro X dari Apple sendiri, telah menambahkan dukungan Touch Bar. Jika ada sebuah program profesional yang ampuh yang kamu gunakan secara rutin, kemungkinannya adalah dukungan Touch Bar tersedia akan akan segera ada.

Membuat Touch Bar Custom Dengan BetterTouchTool

Sementara beberapa pengembang melakukan pekerjaan yang bagus dalam menambahkan dukungan untuk Touch Bar, aplikasi lainnya tidak memerlukan fungsionalitas atau dibuat sebagai hobi paruh wak.tu

Jika kamu tertarik dengan fungsionalitas Touch Bar dan ingin menambahkannya pada aplikasi yang tidak mendukungnya, atau kamu hanya ingin meningkatkan fungsionalitas, aplikasi untuk digunakan adalah BetterTouchTool.

Saya telah membahas BetterTouchTool ketika saya membahas bagaimana mempercepat alur kerja dengan gestur trackpad custom.

BetterTouchTool membawa fungsionalitas yang sama dengan Touch Bar. Kamu dapat membuat tombol yang memetakan shortcut keyboard apapun, action bawaan dan perintah sistem macOS.

Hanya sedikit yang tidak dapat kamu lakukan dengan itu, khususnya jika kamu menggabungkannya dengan sesuatu seperti Keyboard Maestro, aplikasi lainnya yang telah saya bahas secara mendalam sebelumnya. Jika kamu ingin sebuah tombol pada Touch Bar yang dapat menyebabkan tiga aplikasi berbeda terbuka dan tersusun dalam suatu cara tertentu, itu adalah tool-nya.

Menjalankan dan Berpindah Aplikasi

Pada sebuah MacBook, dock mengambil area layar secara berlebihan. Hampir setiap orang yang saya kenal terus menyembunyikan itu sepanjang waktu. Bahkan ketika saya menggunakan Hackintosh dengan monitor 24", saya tetap menjauhkannya dari layar.

Namun dock bukannya tidak berguna. Itu berguna untuk melihat aplikasi mana yang berjalan dan jendela mana yang terbuka, khususnya jika kamu melakukan pekerjaan yang melibatkan berpindah di antaranya.

Permasalahannya adalah bahwa seringkali, khususnya pada model 13", tidak ada cukup tempat untuk itu.

rocket
Rocket pada dasarnya memindahkan Dock ke Touch Bar.

Ini dimana Rocket memainkan perannya. Dengan berpindah ke dock dan kebanyakan fungsionalitasnya pada Touch Bar itu melakukan dua hal: itu memberikan Dock cukup ruang dan itu membuat Touch Bar berguna sepanjang waktu.

Rangkuman

Touch Bar jauh dari sempurna namun itu tidak lagi tampak seolah menjadi langkah yang keliru dari Apple.

Tentu saja, fungsionalitas aslinya tidak hebat, namun dengan aplikasi seperti BetterTouchTool dan Rocket, kamu dapat membuatnya jauh lebih berguna. Seiring semakin banyak pengembang menjelajahi cara-cara untuk memadukan Touch Bar ke dalam aplikasi mereka, itu akan menjadi lebih baik.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.